Skip to main content

Efek Buruk Menggunakan Auto Follow Pada Akun Sosial Media

Saya rasa kalian pasti sering atau pernah menggunakan Auto Follow pada akun sosial media kalian, seperti Facebook, Instagram, Twitter atau yang lainnya. Apakah pernah terpikirkan oleh kalian, efek buruk yang bisa timbul akibat dari penggunaan auto follow pada akun sosial media kalian?

Jika menurut kalian itu aman-aman saja maka kalian wajib baca artikel kali ini. Saya akan memberikan contoh efek buruk dari penggunaan auto follow yang membahayakan akun sosial media kaliam

Efek Buruk Menggunakan Auto Followers Pada Akun Sosial Media

Dibawah ini saya jelaskan 2 hal yang bisa membahayakan akun medsos kalian setelah menggunakan panel dan situs auto follow / auto like:

1. Pencurian Informasi Login Akun

Hampir semua situs auto follow dan auto like instagram, facebook, twitter baik itu gratis atau berbayar akan meminta kita login dengan akun yang ingin ditambah jumlah followers atau likenya agar layanan auto follow yang mereka sediakan bisa kita rasakan.

Situs semacam itu mengklaim bahwa data akun kita langsung terintegrasi dengan platform media sosialnya. Namun, kita tidak tau yang sebenarnya bahwa data login yang kita berikan memang langsung berhubungan dengan pusat, atau (bisa jadi) mampir dulu di database server mereka.

Jika iya, bahaya sekali bukan? Apabila data login akun Kita yang sangat rahasia diketahui oleh orang lain, kemungkinan besar akun kita akan diambil atau bahasa kasarnya dihack oleh mereka. Lagipula, hasil dari auto follow dan auto like isinya hanya akun pasif (robot) dari luar negeri pula.

2. Akun Ditangguhkan Hingga Di Blokir

Setiap platform pasti memiliki kebijakan layanan, salah satunya menentang keras penggunanya melakukan kecurangan seperti ini (auto follow). Jika terbukti melanggar, akun bisa terkena blokir sementara hingga dihapus permanen.

Beruntung kalo cuma di blokir sementara, bagaimana jika instagram, facebook, atau twitter kalian dihapus permanen? Sayang bukan, sudah bersusah payah mencari followers dan likers organik, eh malah di hapus lantaran menggunakan auto follow/like.

Apalagi jika tujuan dibuatnya akun tersebut untuk digunakan sebagai galeri digital foto bersejarah, sangat merugi.

Kesimpulan

Jadi, tidak perlulah memakai tools auto follow dan auto like, bukannya membuat akun kita jadi populer, yang ada malahan membuat reputasi akun menjadi buruk karena bisa terjadi ketidakseimbangan antara jumlah followers dan jumlah like.

Dan jika kecurangan ini sudah kalian lakukan dengan sangat tidak wajar, maka akan sangat berbahaya untuk akun media sosial kalian.

Tapi, jika memang kalian benar-benar penasaran bagaimana cara kerja dan hasil dari auto follow ig, alangkah baiknya mencoba layanan tersebut menggunakan akun baru.

Itulah beberapa hal buruk yang bisa terjadi dan sangat membahayakan akun instagram, facebook, atau twitter kalian jika memakai panel dan situs auto follow dan auto like. Semoga artikel ini bisa bermanfaat, terimakasih.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar